Melirik Pelabuhan Atapupu Sebagai Alat Investasi

Oleh Jack Koshan Narotama

atambuaBerdasarkan ketentuan UU No.43 tahun 2008 tentang wilayah negara, Indonesia secara geografis Republik Indonesia memiliki kawasan yang berbatasan langsung dengan 10 negara baik di wilayah darat maupun laut.

Perbatasan Negara sebagai kawasan strategis nasional (KSN) dari sudut kepentingan pertahanan keamanan harus diprioritaskan penataan ruangnya. Untuk itu, fungsi peran kawasan perbatasan didorong menjadi “beranda depan” Negara dan pintu gerbang internasional ke Negara tetangga.

Hal penting yang harus di perhatikan pemerintah RI adalah Percepatan Masalah Pembanguan Wilayah Perbatasan. Akibat dari keterbatasan sarana dan prasarana sosial, ekonomi, dan teknologi, merupakan ancaman terhadap wilayah perbatasan RI yang dapat muncul setiap saat.

Salah satu wilayah perbatasan yang di miliki Indonesia terletak di Atambua dimana NKRI berbatasan dengan Negara tetangga Republica Democratica de Timor Leste (RDTL). Atambua juga ditetapkan sebagai kawasan pusat pelayanan kawasan perbatasan yang berfungsi sebagai simpul-simpul pertahanan sekaligus sebagai penggerak ekonomi.

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana sosial, ekonomi dan teknologi yaitu dengan dilakukannya pembangunan terminal lintas negara yang terletak di Mota’ain di kecamatan Tasifeto Timur yang merupakan pintu gerbang perbatasan RI dan Timor Leste, juga pembangunan pasar tradisional yang nantinya akan menjadi tempat pertemuan pembeli dan penjual dari kedua Negara yaitu Indonesia dan Timor Leste. Dan saat ini, di perbatasan RI – Timor leste yang terletak di Mota’Ain terdapat satu bank yang sering digunakan sebagai tempat penyimpanan atau penukaran uang, baik oleh masyarakat RDTL maupun Indonesia

Pusat pelayanan tersebut akan mendukung tiga pintu perbatasan di kabupaten Belu yang terdiri dari Motaain, Turiskain, dan Metamauk.

Atambua sebagai pusat industri pengolahan dan perdagangan antar negara komoditas unggulan dan pasar di RDTL dan pulau-pulau sekitarnya, antara lain peternakan, kopi, jagung, dan hortikultura, dimana ekspor provinsi NTT saat ini terindikasi hampir 75 persen ke negara RDTL. Terakhir, yaitu Atambua sebagai simpul pelayanan utama dari pembangunan infrastruktur pelabuhan nasional Atapupu dan pengembangan pembangkit listrik di Atapupu, yang didukung infrastruktur jalan.

Keseriusan Pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan harus di tanggapi juga dengan kesungguhan oleh masyarakat di sekitarnya serta Pemda setempat, tanpa kerjasama yang baik, maka peningkatan perekonomian di daerah perbatasan dan di Atambua khususnya akan sulit untuk dicapai.

Pelabuhan Atapupu, Atambua

Pelabuhan Atapupu terletak di Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Pelabuhan Atapupu merupakan pelabuhan yang sangat dekat dengan perbatasan Negara RDTL, sehingga hal ini sangat memungkinkan untuk membuat pelabuhan Atapupu menjadi pelabuhan antar Negara, dikarenakan letaknya sangat strategis dan memliki potesi yang sangat besar untuk semakin ditingkatkan aktifitas perdagangan dan bisnis didaerah tersebut.

Kini pelabuhan Atapupu memilki luas kurang lebih 26,800 m2 dengan luas dermaga 160 x 8 meter Meskipun pada saat ini Pelabuhan Atapupu hanya bisa menampung kapal dengan tonase sampai GT 1000 ton meskipun kenyataanya bisa mencapai GT 3000 ton. Namun pemerintah, melalui kementerian Perhubungan direktorat jendral perhubungan laut , terus meningkatkan fasilitas serta kapasitas pelabuhan Atapupu hal ini dapat di buktikan dengan dilakukannya pengerjaan perluasan pelabuhan Atapupu yang telah dimulai sejak April 2010 dilakukan pembangunan dermaga dengan panjang 50 meter dan lebar 6 meter, untuk perluasan dermaga sepanjang 8 meter, pelurusan dermaga lama dan baru sepanjang 3 meter dan pembangunan gudang seluas 800 m3. yang akan digunakan sebagai dermaga multipurpose/multi fungsi yaitu dermaga yang tidak hanya disandari kapal curah namun juga dapat disandari oleh kapal-kapal kontainer.

Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp. 7.149.000.000,- untuk perluasan pelabuhan Atapupu dengan kontraktor dari PT. Perkasa Jaya Inti Persada. Dan diharapkan pengerjaan nya dapat diselesaikan dengan secepatnya mengingat betapa semakin meningkatnya aktifitas bongkar muat di pelabuhan atapupu ini. Jumlah kapal yang masuk ke Pelabuhan Atapupu cukup padat. Pada tahun 2009 tercatat 485 kapal masuk ke pelabuhan ini.

Pelabuhan Atapupu ini merupakan pelabuhan regional, namun sudah dilengkapi fasilitas yang mendukung untuk ekspor dan impor seperti Kantor Bea Cukai (tipe B) dan Kantor Imigrasi. Selain itu, keberadaan Pelabuhan Atapupu di harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Belu, serta mengembangkan potensi usaha dan perdagangan di Kabupaten Belu.

Pelabuhan Atapupu Kabupaten Belu yang merupakan pelabuhan di wilayah perbatasan RI-RDTL sudah selayaknya naik status menjadi pelabuhan perdagangan antarnegara. Terkait peningkatan status pelabuhan Atapupu, Sejak April 2010 telah dilakukan pembangunan dermaga dengan panjang 50 meter dan lebar 6 meter yang akan digunakan sebagai dermaga multipurpose/multi fungsi yaitu dermaga yang tidak hanya disandari kapal curah namun juga dapat disandari oleh kapal-kapal container (peti kemas).

Saat ini secara teknis Pelabuhan Atapupu hanya bisa menampung kapal dengan tonase sampai GT 1000 ton meskipun prakteknya bisa sampai GT 3000 ton. Idealnya Pelabuhan Atapupu sebagai pelabuhan peti kemas perdagangan antar Negara harus bisa menampung kapal dengan tonase sampai GT 5000 ton. Apabila hal ini bisa dilakukan, tentu akan sangat bermanfaat bagi perekonomian Atambua secara khusus.

Sumber: http://beritadaerah.com/kolom/national/341

Perihal irids-indonesia
institute for regional and development studies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: